Logo
Login or Signup
  • BUMP TO BIRTH
  • BABY
  • TODDLER
  • KIDS
  • FAMILY & LIFESTYLE
  • ASK THE EXPERT
  • EVENTS
  • SPECIAL
  • ABOUT US
Ads Skyscraper right

Related Articles

test

test

tes

Add Slug testing test Monday

Add Slug testing test Monday

add slug testing test monday

Test

Test

test first post

Trik Jitu Membuat Budgeting untuk Rencana Liburan Keluarga

Trik Jitu Membuat Budgeting untuk Rencana Liburan Keluarga

Sebelum bersenang-senang saat liburan, segera buat budgeting untuk liburan keluarga Anda dengan sara...

Ads Skyscraper left
Logo
about usadvertisecontactprivacy policy
Harpers BazaarHarpers BazaarHerworldHerworldcosmopolitancosmopolitancasacasatherockinlifetherockinlifeparentalkparentalkiswaraiswaraartjakartaartjakarta
MRA Media GroupMra Media Group
Copyright © 2026 ∙ All the rights reserved
  1. Home
  2. ask the expert
  3. Anak Sulit Temukan Bakatnya, Orang Tua Harus Bagaimana?
Anak Sulit Temukan Bakatnya, Orang Tua Harus Bagaimana?
ask the expertfamily

Anak Sulit Temukan Bakatnya, Orang Tua Harus Bagaimana?

Redaksi

Redaksi

Author

Published:27 Februari 2018
Updated:15 September 2025
Share:

Dijawab oleh Roslina Verauli, psikolog anak dari RS. Pondok Indah

 

TANYA :

Halo. Perkenalkan, Saya Indah, saya punya satu anak yang berumur 10 tahun. Jujur, saya ingin anak saya menemukan bakat anak saya dari kecil. Tapi faktanya tidak semua anak mudah ditemukan bakatnya, saya merasakan itu pada anak saya. Nah, haruskah orang tua jadi 'mencoba-coba' berbagai kegiatan untuk anak ikuti?

Indah, 37, Bekasi.

 

JAWABAN:

Satu hal yang saya tangkap dari pertanyaan Ibu Indah, mari kita mulai dari hal mendasar: bagaimana cara menemukan bakat anak? Setiap individu sejak dari awal mereka lahir punya dorongan mengembangankan potensi diri. Nah, sebelum mencari bakat anak, berikan anak keleluasan untuk bermimpi. Tidak usah takut dengan yang namanya bermimpi. Buatlah anak punya mimpi dulu. Karena itu menjadi kekuatan dan jadi profil kepribadian dia yang akan membawa arah bakatnya kemana.

 

Kalau anak gagal menemukan bakatnya sendiri, maka kita sebagai orang tua harus turun tangan. Karena memang di sinilah peran orang tua, yaitu mengenali mimpi mereka. Setelah punya mimpi, ajak mereka mengikuti kompetisi agar paham kekuatan dan kelemahannya. Saat dia mengikuti kompetisi dorongan mengembangkan potensi diri akan muncul dan memberi sinyal apakah itu kompetisi tersebut bakatnya atau bukan. Kan keliatan anak suka atau tidak sukanya dengan suatu kegiatan? Kalau sudah menemukan bakatnya, tuntutan diri untuk mengembangkan akan muncul. Itu akan membuat dia jadi lebih baik.

 

Saat keinginan untuk mengembangkan bakatnya terlihat, buru-buru masukan ke kegiatan yang mengasah bakatnya. Intinya, orang tua harus memfasilitasi – apapun kegiatannya. (Qalbinur Nawawi/Dok. Freepik)

 

Tags:

#anak#bakat#Balita#cita_cita#psikolog#Tips