Logo
Login or Signup
  • BUMP TO BIRTH
  • BABY
  • TODDLER
  • KIDS
  • FAMILY & LIFESTYLE
  • ASK THE EXPERT
  • EVENTS
  • SPECIAL
  • ABOUT US
Ads Skyscraper right

Related Articles

test

test

tes

Add Slug testing test Monday

Add Slug testing test Monday

add slug testing test monday

Test

Test

test first post

Trik Jitu Membuat Budgeting untuk Rencana Liburan Keluarga

Trik Jitu Membuat Budgeting untuk Rencana Liburan Keluarga

Sebelum bersenang-senang saat liburan, segera buat budgeting untuk liburan keluarga Anda dengan sara...

Ads Skyscraper left
Logo
about usadvertisecontactprivacy policy
Harpers BazaarHarpers BazaarHerworldHerworldcosmopolitancosmopolitancasacasatherockinlifetherockinlifeparentalkparentalkiswaraiswaraartjakartaartjakarta
MRA Media GroupMra Media Group
Copyright © 2026 ∙ All the rights reserved
  1. Home
  2. ask the expert
  3. Bayi Susah Buang Air Besar? Ini Jawaban Dokter Anak!
Bayi Susah Buang Air Besar? Ini Jawaban Dokter Anak!
ask the expertfamily

Bayi Susah Buang Air Besar? Ini Jawaban Dokter Anak!

Tiffany Warrantyasri

Tiffany Warrantyasri

Author

Published:29 Januari 2018
Updated:15 September 2025
Share:

Dijawab oleh: dr. Fransiska Farah, Sp. A, dokter spesilias anak dari Rumah Sakit Pondok Indah.


Tanya:

Dokter, anak saya sangat jarang sekali buang air besar (BAB). Belakangan ini hanya BAB satu kali selama dua minggu. Umur anak saya saat ini lima bulan. Apakah itu hal yang wajar?

 

Jawab:

Frekuensi buang air besar (BAB) kurang atau sama dengan dua kali dalam seminggu dapat dikategorikan sebagai konstipasi atau sembelit. Konstipasi bisa berupa BAB yang jarang, feses yang keras atau bentuk feses yang besar. Normalnya pada anak yang berusia satu minggu sebanyak empat kali per hari hingga dua kali per hari saat berusia dua tahun.

 

Ada beberapa tanda yang ibu harus perhatikan dan waspadai seperti pengeluaran BAB pertama saat lahir yang terlambat, kenaikan berat badan yang kurang per bulannya, perut yang membesar atau saat BAB menyemprot atau diselingi dengan BAB encer atau diare setelah konstipasi.

 

Dokter juga perlu mengetahui apakah pada anak ibu BAB berdarah, nyeri perut, demam, atau adanya konsumsi susu formula selain ASI. (Binar Murgati Pardini/DON/Dok. Freepik)

Tags:

#ahli#anak#Balita#dokter#konstipasi#pakar#pencernaan#sembelit