Logo
Login or Signup
  • BUMP TO BIRTH
  • BABY
  • TODDLER
  • KIDS
  • FAMILY & LIFESTYLE
  • ASK THE EXPERT
  • EVENTS
  • SPECIAL
  • ABOUT US
Ads Skyscraper right

Related Articles

Zodiak yang Bisa Menjadi Sosok Saudara Laki-laki Terbaik

Zodiak yang Bisa Menjadi Sosok Saudara Laki-laki Terbaik

Meski terkadang membuat Anda atau Si Kecil kesal, sosok saudara laki-laki yang memiliki zodiak berik...

5 Buah Enak dan Manjur untuk Mengatasi Diare pada Anak

5 Buah Enak dan Manjur untuk Mengatasi Diare pada Anak

Anak Anda diare, Moms? Coba berikan obat alami berupa buah-buahan enak dan sehat berikut ini untuk m...

kumparanMOM Festival Hari Anak 2023 Ajak Anak-anak Bermain dan Belajar

kumparanMOM Festival Hari Anak 2023 Ajak Anak-anak Bermain dan Belajar

kumparanMOM Festival Hari Anak sukses diselenggarakan pada 29-30 Juli di Taman Anggrek, Gelora Bung ...

Awas, Alergi Susu Sapi Bisa Bikin Anak Stunting, Lho!

Awas, Alergi Susu Sapi Bisa Bikin Anak Stunting, Lho!

Jangan sepelekan alergi susu sapi. Dampak jangka panjangnya bisa bikin anak stunting lho, Moms!

Ads Skyscraper left
Logo
about usadvertisecontactprivacy policy
Harpers BazaarHarpers BazaarHerworldHerworldcosmopolitancosmopolitancasacasatherockinlifetherockinlifeparentalkparentalkiswaraiswaraartjakartaartjakarta
MRA Media GroupMra Media Group
Copyright © 2026 ∙ All the rights reserved
  1. Home
  2. kid
  3. Cara Jitu Membangun Sikap Resiliensi pada Anak
Cara Jitu Membangun Sikap Resiliensi pada Anak
kidkid's issues

Cara Jitu Membangun Sikap Resiliensi pada Anak

Wieta Rachmatia

Wieta Rachmatia

Author

Published:16 Mei 2023
Updated:21 November 2025
Share:

Banyak yang menyebut bahwa anak zaman now merupakan generasi yang lembek dan kurang tangguh. Nah, apakah Moms setuju dengan anggapan bahwa anak-anak di zaman sekarang tidak memiliki daya resiliensi?

Faktanya, perkembangan teknologi telah mempermudah banyak hal, termasuk untuk kegiatan anak. Misalnya, jika dahulu anak-anak harus mewarnai gambar dengan hati-hati agar tidak keluar garis, saat ini mereka bisa memberi warna dengan satu klik saja.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, tak heran jika anak-anak masa kini jadi tidak terbiasa menghadapi tantangan yang sulit dan minim daya resiliensi. Padahal daya resiliensi diperlukan untuk menghadapi tantangan dunia di masa depan.

Berdasarkan World Economic Forum 2020, diperkirakan pada tahun 2025 ada 85 juta pekerjaan yang akan tergantikan dengan mesin. Selain itu, 65 persen anak yang saat ini berada di bangku sekolah SD akan menghadapi tipe pekerjaan baru yang saat ini belum ada. Di tengah perkembangan yang sangat pesat di dunia kerja, kemampuan untuk mengantisipasi dan mempersiapkan masa depan sangatlah penting.

Salah satu cara untuk mempersiapkan Si Kecil menghadapi tantangan di masa depan adalah dengan membangun kemampuan resiliensinya. Perlu diketahui, resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bisa beradaptasi dengan perubahan, bangkit dari kegagalan, tahu kesalahan, dan memecahkan rintangan atau tantangan-tantangan dalam kehidupan.

Memiliki sikap resiliensi penting karena:

  • Menentukan cara seseorang menghadapi stres
  • Meningkatkan kesehatan fisik dan mental
  • Meningkatkan performa akademik dan pekerjaan
  • Membantu seseorang untuk lebih mampu menghadapi tantangan
  • Membantu seseorang untuk lebih produktif
  • Membantu seseorang untuk punya hubungan sosial yang positif.

“Menumbuhkan karakter yang resilien pada anak merupakan bekal yang sangat penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat dan bangkit dari kegagalan merupakan salah satu kunci keberhasilan hidup,” ujar Saskhya Aulia Prima, M.Psi, seorang psikolog klinis anak dan remaja dalam acara “LEGO® Play & Workshop bersama Lazada Indonesia” pada 12 Mei 2023.

“Orang tua memainkan peran penting dalam melatih resiliensi anak-anak mereka. Memberikan waktu berkualitas bersama keluarga dan menyediakan permainan yang mendukung, seperti constructive play atau permainan konstruksi, bisa membantu mengembangkan kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi masa depan,” lanjut Saskhya.

Manfaat constructive play

Seperti disebutkan Saskhya, constructive play merupakan salah satu cara jitu untuk melatih kemampuan resiliensi anak. Sebagai catatan, constructive play merupakan jenis permainan untuk membangun atau merakit sesuatu.

Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa jenis permainan seperti ini punya cukup banyak manfaat, antara lain:

1. Area berpikir: membangun kemampuan spasial, logika, perencanaan, kreativitas, dan problem solving

2. Area motorik: koordinasi mata dengan tangan dan melatih motorik halus anak

3. Area sosial emosional: belajar berkomunikasi, kerja sama, negosiasi, dan regulasi diri.

Kembangkan resiliensi anak dengan Lego

Salah satu contoh constructive play adalah menyusun Lego. Dengan bermain Lego, anak belajar untuk mengembangkan kreativitasnya serta kemampuan motoriknya. Selain itu, anak juga terbiasa untuk berpikir secara teratur dan tidak menyerah saat menemui tantangan ketika menyelesaikan Lego tersebut.

Lazada Lego

Bagi Moms yang ingin memberikan Lego untuk buah hatinya, Anda bisa mendapatkannya di platform e-commerce Lazada. Dalam kolaborasinya bersama The LEGO Group, Lazada berkomitmen untuk mendukung kreativitas dan resiliensi anak melalui permainan konstruktif yang mengajak konsumen berkreasi menciptakan mobil impian melalui set LEGO Vehicles yang tersedia di platform Lazada secara eksklusif.

Lego sekarang lebih terjangkau dan mudah diakses melalui LazMall Big Brand Day dengan tema “Dream It, Build It” yang akan digelar pada 19 Mei 2023. Di LEGO LazMall Big Brand Day, Moms bisa menikmati promo khusus untuk berbagai produk LEGO dengan harga terjangkau dengan diskon hingga 50%. Selain itu dengan pembelian kelipatan, konsumen juga bisa mendapatkan diskon tambahan hingga 12% dan hadiah LEGO gratis dengan jumlah minimal belanja tertentu.

Wah, seru banget kan, Moms. Yuk, dukung pengembangan kemampuan resiliensi anak Anda dengan memberikan permainan konstruktif seperti Lego, Moms. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: Lazada, Freepik)

Tags:

#anak#sikap resiliensi