Logo
Login or Signup
  • BUMP TO BIRTH
  • BABY
  • TODDLER
  • KIDS
  • FAMILY & LIFESTYLE
  • ASK THE EXPERT
  • EVENTS
  • SPECIAL
  • ABOUT US
Ads Skyscraper right

Related Articles

Bayi Telat Tumbuh Gigi, Ketahui 6 Penyebabnya, Moms!

Bayi Telat Tumbuh Gigi, Ketahui 6 Penyebabnya, Moms!

Panik karena gigi bayi Anda belum tumbuh juga? Tenang, hal tersebut normal, kok. Yuk, ketahui fakta-...

Waspadai 7 Penyebab Bayi Terlambat Merangkak, Moms!

Waspadai 7 Penyebab Bayi Terlambat Merangkak, Moms!

Bayi tidak merangkak? Normal saja. Tapi, waspadai beberapa hal yang menyebabkan bayi terlambat meran...

Bayi Suka Menendang-nendang saat Menyusu? Ini Alasannya

Bayi Suka Menendang-nendang saat Menyusu? Ini Alasannya

Pernah mendapati bayi Anda menendang-nendang saat tengah menyusu? Ternyata ini alasan Si Kecil melak...

4 Tips Nikita Willy agar Anak Nafsu Makan Terus saat MPASI

4 Tips Nikita Willy agar Anak Nafsu Makan Terus saat MPASI

Say bye bye to GTM dengan 4 tips Nikita Willy dalam menjaga nafsu makan anak saat MPASI.

Ads Skyscraper left
Logo
about usadvertisecontactprivacy policy
Harpers BazaarHarpers BazaarHerworldHerworldcosmopolitancosmopolitancasacasatherockinlifetherockinlifeparentalkparentalkiswaraiswaraartjakartaartjakarta
MRA Media GroupMra Media Group
Copyright © 2026 ∙ All the rights reserved
  1. Home
  2. 7-12 months old
  3. Keju buat Bayi, Ini Manfaat dan Waktu yang Tepat untuk Memberikannya
Keju buat Bayi, Ini Manfaat dan Waktu yang Tepat untuk Memberikannya
7-12 months oldbaby

Keju buat Bayi, Ini Manfaat dan Waktu yang Tepat untuk Memberikannya

Gabriela Agmassini Pramesvari

Gabriela Agmassini Pramesvari

Author

Published:19 Mei 2023
Updated:15 September 2025
Share:

Meskipun bukan makanan asli Indonesia, keju memiliki cita rasa dan tekstur yang sangat lezat. Oleh karena itu, wajar jika kini keju menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat Indonesia, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, karena tak hanya lezat, keju juga kaya akan nutrisi.

Namun dengan kondisi perkembangan Si Kecil, apakah keju sudah bisa diberikan sejak ia masih bayi? Soalnya, keju terbuat dari susu sapi atau kambing yang diproses melalui proses fermentasi pada periode tertentu. Amankah keju untuk sistem pencernaan Si Kecil yang masih berkembang?

Mau tahu jawabannya, Moms? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Umur tepat untuk memberikan keju

Mengutip Healthline, beberapa ahli menyatakan bahwa keju aman diberikan sejak bayi berumur 6 bulan. Namun, beberapa ahli lainnya menyarankan untuk menunggu hingga Si Kecil berusia 8-10 bulan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), keju aman dan bisa ditambahkan ke menu MPASI Si Kecil mulai usia 7-8 bulan.

Namun, agar lebih aman, Moms perlu konsultasikan kondisi Si Kecil ke dokter sebelum memberikannya keju. Dokter mungkin akan memberikan panduan spesifik yang bisa Anda lakukan berdasarkan perkembangan Si Kecil yang unik. Di samping itu, sangat penting agar Moms menunggu 3-5 hari setelah memberikan keju kepada Si Kecil untuk melihat jika ada intoleransi atau reaksi alergi.

Manfaat keju untuk kesehatan bayi

Keju adalah salah satu sumber makanan yang sangat bernutrisi, sehingga mampu membantu melengkapi kebutuhan gizi Si Kecil, contohnya cottage cheese yang full fat kaya akan kalsium, protein, fosfor, selenium, vitamin A, vitamin B12, riboflavin, dan tentu saja lemak sehat.

Kalsium pada keju sangatlah penting karena bisa mendorong perkembangan tulang jadi lebih kuat dan panjang. Sementara protein adalah salah satu gizi yang krusial karena dibutuhkan untuk membangun tubuh secara keseluruhan.

Adapun kalori dalam keju juga bisa membantu menyediakan cukup energi buat Si Kecil untuk bertumbuh dan beraktivitas, sedangkan lemak dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi agar maksimal.

Baca juga: Rekomendasi Keju untuk Menu MPASI Bayi Anda

Keju yang aman untuk bayi

Kunci keamanan pemberian keju sebagai MPASI adalah jenisnya. Pilih yang full fat serta sudah dipasteurisasi. Moms bisa mulai dari varian yang lebih ringan sebelum memberikan keju yang lebih kuat. Beberapa jenis keju yang aman untuk diberikan kepada bayi antara lain adalah keju Colby, cheddar, Monterey Jack, mozzarella, parmesan, romano, cottage cheese, cream cheese, dan ricotta.

Hindari keju yang lembut, berumur lama, atau keju yang dimatangkan dengan jamur. Beberapa keju yang sebaiknya dihindari untuk bayi antara lain keju brie, Camembert, dan Roquefort. Keju jenis ini bisa mengandung Listeria, yaitu bakteri yang bisa memicu keracunan makanan pada Si Kecil. Selalu periksa penjelasan bahan dasar pada kemasan dan pastikan Moms memilih keju yang sudah dipasteurisasi.

Rekomendasi pengolahan keju untuk bayi 

Dengan kemampuan makan dan memproses makanan yang masih berkembang, memberikan keju dalam bentuk utuh, besar, dan bulat bisa meningkatkan risiko tersedak. Keju berbentuk kubus juga bisa memberikan tantangan makan yang sama, sehingga perlu dihindari. Keju meleleh dan lentur, seperti mozzarella, juga rawan tersedak jika tidak dipotong menjadi kecil-kecil.

Beberapa rekomendasi pengolahan keju yang lebih aman untuk bayi, yakni:

  • Dirobek-robek atau disuwir untuk melatih makan finger food
  • Dipotong tipis-tipis agar mudah dikunyah
  • Dilelehkan di atas sayuran atau makanan lainnya
  • Dilelehkan dan dicampur dengan telur atau pancake
  • Diparut dan disajikan bersama pasta
  • Dioleskan pada roti atau kue (krim keju).

Sudahkah terjawab rasa penasaran Moms? Jadi, Anda enggak perlu ragu lagi untuk memberikan keju kepada Si Kecil, ya! (M&B/Gabriela Agmassini/SW/Foto: Cookie_studio/Freepik)

Tags:

#bayi#keju#kesehatan#MPASI